LSM GMBI Desak Bebaskan Kepala Pekon Bandarrejo

Massa terdiri dari aparatur desa dan warga yang tergabung dalam gerakan masyarakat bawah Indonesia mendesak Polda Lampung membebaskan Herman selaku kepala pekon Bandarrejo, Pringsewu yang ditahan lantaran tersandung kasus kasus tumpang tindih alas hak kepemilikan tanah 40 hektare.

Ribuan massa dari pekon rejo, Pringsewu bersama LSM gerakan masyarakat bawah indonesia wilayah teretorial lampung berunjuk rasa di depan mapolda lampung senin siang.

Mereka mempersoalkan kasus tumpang tindih alas hak kepemilikan tanah seluas 40 hektare di pekon Banjarrejo, penyidik menetapkan herman selaku kepala pekon bandarrejo, pringsewu sebagai tersangka dan ditahan.

Ketua wilter lsm gmbi lampung, Ali Mukhtamar menjelaskan, dalam kasus ini jelas Herman dan Sungeb tidak bersalah, dasarnya adalah, polda lampung melanggar Perkapolri no 14 tahun 2012 tentang penyelidikan dan peraturan mahkamah agung RI nomor 1 tahun 1956.

Sebelumnya, tuntutan untuk membebaskan Herman dan Sungeb dilontarkan oleh anggota dprd lampung fraksi partai golkar Ririn Kuswantari, dirinya menilai kasus ini merupakan kasus perdata, jadi biarkan Herman melaksanakan tugasnya sebagai aparatur desa.(*)