Kurir Sabu 6 Kg Terancam Hukuman Mati

Kurir Sabu 6 Kg Terancam Hukuman Mati

Pengadilan negeri kelas 1a tanjung karang bandar lampung, menggelar sidang atas kasus kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 6 kilogram, yang melibatkan terdakwa Rafi dan Hendrik.

Kasus narkotika jenis sabu sebanyak 6 kilogram, yang dibawa terdakwa Rafi dari daerah lubuk linggau sumatera selatan, atas perintah seseorang yang bernama Alam, kembali disidangkan di pengadilan negeri kelas 1a tanjung karang bandar lampung.

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ini, menghadirkan 3 orang saksi dari BNNP yang menceritakan kronologi dari proses penangkapan kedua terdakwa yakni Rafi dan Hendrik di daerah hajimena lampung selatan.

Dalam kesaksiannya, saksi mengatakan bahwa barang haram tersebut dibawa oleh terdakwa rafi yang berstatus sebagai kurir, dengan upah 60 juta yang dijanjikan oleh seorang bernama alam yang saat ini menjadi DPO, jika sabu yang seberat 6 kilogram tersebut telah diterima oleh terdakwa Hendrik.

Setelah mendengar keterangan ketiga saksi, majelis hakim yang diketuai oleh hakim ketua Sabi’in, menyarankan kepada terdakwa Rafi agar menggunakan haknya didampingi oleh kuasa hukum selama dalam proses persidangan, mengingat bahwa ancaman dari kasus ini adalah hukuman mati. (*)