Kubu Jokowi Kecam Prabowo

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin, Muhammad Lukman Edy, mengecam dan meminta Calon Presiden Prabowo Subianto untuk meminta maaf kepada rakyat Indonesia terkait isyarat dukungannya soal keinginan Australia memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.

Berbicara dalam Indonesia Economic Forum pada Rabu lalu di Jakarta, Prabowo Subianto mengatakan adalah hak pemerintah Australia untuk memindahkan kedutaan besar mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pernyataan Prabowo dalam forum ekonomi tersebut menurut Lukman Edy sangat tidak pantas. Dalam jumpa pers bersama sejumlah awak media di Novotel pada Jumat malam, mantan menteri pada kabinet Indonesia Bersatu ini menilai Prabowo tidak memahami psikologi Umat Islam Indonesia.

Umat Islam Indonesia dari berbagai aliran dan ormas pada umumnya memiliki sikap yang sama soal kedaulatan Palestina. Sebagaimana amanat konstitusi undang-undang dasar 1945 Indonesia menentang penjajahan di atas dunia.

Alumni Universitas Brawijaya ini berpendapat bahwa pernyataan Prabowo yang terlontar dalam masa kampanye sudah melanggar pasal 280 undang-undang nomor 7 tahun 2017.

Pasal ini mengatur tentang larangan dalam kampanye, dimana dalam butir pertama disebutkan pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang mempersoalkan dasar negara pancasila, pembukaan undang-undang dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lukman Edy mendesak Bawaslu untuk mengambil sikap terhadap pernyataan PRABOWO tersebut karena Prabowo Subianto berbicara dalam kapasitasnya sebagai seorang calon presiden dalam masa kampanye. (*)