KPU Prediksi Golput 22,5 %

Untuk menyukseskan Pemilu 2019 dan memaksimalkan fungsi penyelenggara, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung menggelar aksi Kawal Pemilu di Komisi Pemilihan Umum Provinsi Lampung siang tadi.

Aksi ini merupakan upaya mendorong penyelenggara pemilu untuk meningkatkan partisipan pemilih serta menekan angka golput pada 17 April mendatang. Mengingat KPU telah menargetkannya hingga 22,5 persen.

Keluarga Besar Mahasiswa Unila menilai Lampung masih menyimpan berbagai polemik permasalahan pemilu yang tak kunjung terselesaikan dari pemilu ke pemilu, seperti adanya mahar politik, serangan fajar saat pencoblosan, maraknya black campaign, politik identitas dan dinasti politik, serta penyelewengan hasil penghitungan suara.

Persoalan-persoalan ini berimbas pada rendahnya kualitas demokrasi serta tingginya angka golongan putih.
Sebagai komitmen untuk bersama-sama meningkatkan jumlah partisipan, beberapa perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa Unila menyodorkan Pakta Integritas yang berisi 5 poin untuk disepakati bersama KPU Lampung.

Namun poin pertama yang mengatakan untuk meningkatkan partisipan pemilu hingga 90 persen menuai penolakan dari Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono dan sempat menimbulkan perdebatan.

Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Unila kemudian meralat angka partisipan sesuai dengan target KPU pusat sebesar 77,5 persen. Sikap BEM Unila dalam menyerukan Aksi Kawal Pemilu ini pun mendapatkan apresiasi dari Nanang Trenggono. (*)