Korupsi Jalan Lamtim Disidangkan

Perkara tindak pidana korupsi di Kabupaten Lampung Timur kembali disidangkan, kali ini terkait pembangunan jalan menuju Way Kambas, senilai 3,5 milyar.

Sutanto, seorang direktur PT Archilles Raja, harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tipikor Kelas 1 A Tanjung Karang, lantaran perkara tindak pidana korupsi proyek pembangunan jalan menuju Taman Nasional Way Kambas, yang ia lakukan di tahun anggaran 2016 lalu.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa M Habi, terdakwa melakukan kajahatannya tersebut dengan cara, pada saat pelaksanaan pekerjaan penigkatan ruas jalan Raja Basa Lama Way Kambas, pada sektor pengerjaan laston ACWC terdakwa hanya menyelesaikan proyek tersebut dengan hanya menggunakan laston sebanyak 760 ton, yang terdapat selisih sebesar 30 ton lebih dari perjanjian.

Perbuatan terdakwa tersebut, telah merugikan keuangan negara sebesar 1,5 milyar lebih, dengan beberapa pengerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak, yang seolah oleh pekerjaan tersebut dibuat dengan menghabiskan laston ACWC sebanyak 1553 ton.

Oleh karena perbuatannya terdakwa pun dijerat dengan pasal, 3 junto pasal 18 undang – undang RI tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, yang telah diubah dan ditambah dengan undang – undang nomor 20 tahun 2001. (*)