Kobar Desak Usut Korupsi Radin Inten II

Puluhan masyarakat meng-atas namakan Kobar, menggelar unjuk rasa mendatangi Kejaksaan Tinggi Lampung pada senin pagi tadi, kedatangan mereka ini tekait tuntutan pengusutan kembali kasus land clearing Bandara Raden Intan II, yang merugikan negara Rp 5 miliar.

Pada Senin pagi 19 november, Kejaksaan Tinggi Lampung didatangin puluhan orang yang menamakan diri mereka Kobar, yang menuntut agar kembalinya pengusutan kasus mark up anggaran dalam proyek land clearing pematang lahan fasilitas sisi udara baru Bandara Radin Inten 2 Lampung tahap 1.

Proyek yang menelan anggaran sebesar 8,7 milyar rupiah ini, telah merugikan keuangan negara sebanyak 5 milyar rupiah, yang diduga dilakulan oleh panitia lelang, pengawas proyek, ppk, hingga kepada rekanan – relanan pelaksana proyek.

Dalam aksi kali ini, mereka menuntut agar nama – nama yang hilang, yang sebelumnya ada di dalam dakwaan saat persidangan berlangsung, termasuk di dalamnya terdapat nama sulaiman yang turut berperan melakukan kesepakatan dengan kuasa direktur budi rahmadi, menyewa perusahaan, hingga diduga mengurus pencairan dana proyek tersebut.

Tidak hanya Kejaksaan Tinggi Lampung, mereka juga menuntut Polda Lampung untuk segera melakukan pembuatan sprindik baru terhadap Sulaiman, serta penegakan supremasi hukum yang tegas di dalam penanganan kasus proyek di tahun anggaran 2014 ini. (*)