Kelvin Belum Tersangka Karena Minggat

Kasus ujaran kebencian bagi korban tsunami Kalianda yang dilakukan oleh Kelvin Yudha tama lewat media sosial sudah hampir dua pekan belum menemui titik terang.

Kelvin melarikan diri dari polisi usai dirinya mengupload video permintaan maaf lewat akun instagramnya.
Kelvin Yudha Tama hingga kini keberadaannya masih belum ditemukan, polisi masih terus melakukan pengejaran dan melacak keberadaan mahasiswa Fakultas Hukum Unila tersebut.

Kelvin sendiri diburu usai dirinya memprovokasi untuk menolak pemberian santunan korban tsunami dan mendoakan warga Kalianda terkena bencana tsunami lewat akun media sosial instagram.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Sulistyaningsih menjelaskan prosesnya hingga kini masih lidik, pelaku sendiri masih terus dilacak keberadaannya, penyidik juga masih mengumpul barang bukti.

Meski belum ditetapkan menjadi tersangka dan masuk dalam daftar pencarian orang, Kelvin terancam dijerat pasal 28 ayat (2) uu nomor 19 tahun 2016 atas perubahan uu nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Yakni setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan, atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (sara), dengan ancaman pidana 6 tahun penjara. (*)