Kejaksaan Bantah Sangkaan Narkoba

Dijemputnya seorang jaksa di kediamannya oleh tim Satresnarkoba Polresta Bandar Lampung, membuat instansi kejaksaan tempat sang jaksa mengabdi merasa harus mendapatkan penjelasan atas kabar tersebut, maka pada selasa 11 desember kemarin, sang jaksa pun diperiksa oleh tim Pengawas Kejaksaan Tinggi Provinsi Lampung.

Diketahui pada jumat lalu seorang jaksa yang berinisial R, dijemput oleh tim Satresnarkoba Polresta Bandar Lampung, yang melakukan pengembangan terhadap seorang tersangka AW, yang mengaku mendapatkan sabu dari R, jaksa yang bertugas di Kejaksaan Negeri Lampung Timur.
Atas kejadian ini, Kejaksaan Tinggi Provinsi Lampung segera memanggil R untuk dimintai keterangan serta memeriksanya, untuk lebih memastikan kabar penjemputan dirinya tersebut.

Turut serta mendampingi anak buahnya di Kejaksaan Negeri Lamtim, Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Timur Akhmad Syahrir harahap, menjelaskan kepada awak media bahwasanya dari hasil penggeledahan yang dilakukan pihak kepolisian di kediaman R, tidak diketemukan satu jenis pun narkoba, dan hasil dari tes urine sang jaksa telah dinyatakan negatif dari kandungan amphetamine dan metamphetamine.

Mantan Kajari Kupang ini pun turut mengutarakan alasannya memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi Lampung, yang dalam hal ini sang jaksa R dimintai klarifikasinya oleh tim pengawas Kejaksaan Tinggi Lampung, dan tim pun telah memeriksanya untuk memastikan keterlibatannya di dalam kasus narkotika tersebut.

Ia pun tidak menginginkan tercorengnya nama Kajaksaan Negeri Lampung Timur, dengan mempekerjakan seorang kriminil yang terlibat di dalam penyalahgunaan narkoba, dan ia berjanji akan mengadakan tes urine kembali secara dadakan guna mencegah masuknya narkoba ke dalam lingkungan instansinya. (*)