Kasus UIN jangan Jadi Momentum Pencitraan Politik

Ditetapkannya SH, Dosen Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, menjadi tersangka atas kasus pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswinya diharapkan oleh tim kuasa hukumnya tidak ditunggangi demi kepentingan politik dalam menaikan citra terkait pemilu pada 17 april mendatang.

Pada sisi lain, tim kuasa SH Dosen Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung mengajukan permohonan penangguhan penahanan untuk kliennya.

Ketua tim Muhammad Hendra berharap agar kasus kliennya tidak dimanfaatkan bagi sejumlah orang jelang pemilhan umum pilpres dan pileg mendatang.

Pernyataan tersebut diutarakan Hendra yang ditemui usai melakukan pengajuan ke Ditreskrimum Polda Lampung.
Menurut Hendra, kasus SH telah dijadikan panggung bagi sejumlah kalangan caleg, anggota dewan maupun senator. Untuk itu, dirinya meminta agar semua menahan komentar yang bertujuan menimbulkan kegaduhan.

Hendra juga berharap pengajuan permohonan penangguhan untuk kliennya dapat dikabulkan mengingat timnya sudah memberikan penjamin untuk SH.

Meski begitu, dirinya enggan memberikan nama sang penjamin untuk SH. SH sendiri ditetapkan menjadi tersangka pada Jumat lalu setelah penyidik Ditreskrimum Polda Lampung melakukan gelar perkara.
Oknum Doaen ini dijerat pasal 290 ayat 1 JO pasal 64 ayat 1 KUHP dan pasal 281 JO pasal 64 ayat 1 KUHP dengan ancaman penjara 5 tahun. (*)