Kasus Randis Nunik Terganjal BPK

Dugaan kasus tindak pidana korupsi pengadaan mobil dinas di Kabupaten Lampung Timur, tak kunjung usai, di antaranya terdapat kendaraan Chusnunia Chalim, Bupati Setempat.

Hingga saat ini belum ada tersangka yang ditetapkan oleh pihak kejaksaan, dengan alasan masih menunggu hasil audit dari BPK RI.
Pengadaan mobil Dinas Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Lampung Timur, pada tahun anggaran 2016, yang menelan anggaran fantastis hingga 2,6 milyar rupiah, diduga terdapat praktik tindak pidana korupsi di dalamnya.

Namun siapa dan seperti apa kisah dari pemanfaatan anggaran ini, sampai saat ini masih misteri yang belum bisa diungkap hingga pada penghujung tahun 2018 ini.

Kejaksaan Tinggi Provinsi Lampung yang manangani kasus Tipikor tersebut, saat ini pun masih berdalih telah mendesak namun masih menunggu dan terus menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, untuk menghitung kerugian negara, dan setelahnya akan segera melakukan penetapan tersangka dari kasus tersebut.

Sebelumnya diketahui bahwa, pengadaan mobil dinas untuk orang nomor 1 dan 2 di Kabupaten Lampung Timur tersebut, dianggarakan pada saat kabupaten tersebut sedang mengalami defisit anggaran yang besarannya mencapai 279 milyar rupiah, dan hutang Lamtim yang sebanyak seratus 6 milyar rupiah kepada pemerintah pusat. (*)