Kartini Gagal Jadi Pengantin Baru

Kartini Gagal Jadi Pengantin Baru

Pasangan sejoli asal aceh harus rela mengurungkan niatnya untuk menikah tahun depan. Pasalnya, direktorat reserse narkoba Polda Lampung menangkap keduanya yang berada di dalam bus lintas provinsi di bundaran Raden Intan II hajimena, Natar, Lampung selatan, pada Jumat 14 September lalu, bersama keduanya, turut diamankan barang bukti sabu-sabu 200 gram.

Demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah yang lebih banyak untuk melaksanakan pernikahannya tahun depan, Hermanysah dan Kartini, pasangan asal Nanggroe Aceh Darussalam bekerja sebagai kurir bubuk jahanam.

Keduanya didapati petugas Opsnal Subdit III direktorat reserse narkoba Polda Lampung membawa sabu-sabu sebanyak 200 gram yang tersimpan didalam bra milik Kartini, petugas menciduk keduanya saat berada didalam bus antar provinsi yang melintas di bundaran Raden Intan II Hajimena, Natar, Lampung selatan, pada Jumat 14 september 2018 lalu.

Kini keduanya terpaksa harus meringkuk dibalik sel tahanan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan harus rela menunda pernikahannya untuk waktu yang lama.

Dihadapan petugas, Hermansyah mengaku mendapatkan upah 15 juta rupiah untuk sekali antar, dirinya menuturkan, baru pertama kali terlibat dalam bisnis haram tersebut.

Direktur direktorat reserse narkoba polda lampung, Kombes Shobarmen dalam pers rilis di Mako Ditresnarkoba menjelaskan. Keduanya mengantarkan sabu-sabu yang dipesan oleh seorang narapidana yang berada di lembaga pemasyarakatan Way Hui, Lampung selatan yakni Asril yang juga asal Aceh.

Atas penangkapan keduanya, kini petugas mendalami penyelidikan kasus tersebut, diduga keduanya terlibat dalam jaringan antar provinsi. (*)