Kapekon Airkubang Teror Pengantin

Seorang Kepala Pekon Air Kubang, Kecamatan Air Naningan, Tanggamus, disidangkan karena kedapatan pungli akta nikah Rp 1,8 juta. Selain itu, dia juga mengamcam calon pengantin.

Mulyadi, seorang perangkat desa, di Kabupaten Tanggamus, harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tipikor Tanjung Karang, lantaran dirinya tertangkap dalam operasi tangkap tangan tim saber Pungli Polres Tangamus di balai pekon, beberapa waktu yang lalu.

Saat itu kepergok menerima 1,8 juta rupiah, dari warga yang sedang mengurus akte pernikahannya.
Menurut jaksa, modus yang dilakukan Kepala Pekon ini, yaitu dengan cara meminta sejumlah uang kepada calon pengantin, dengan iming-iming mempercepat proses pembuatan akta nikah.

Selain itu terdakwa mengancam akan membubarkan resepsi pernikahan bila tak membayarnya.
Sebenarnya biaya resmi yang sudah ditetapkan negara untuk pembuatan akte nikah tersebut, hanya 600 ribu rupiah.

Akibat perbuatannya, Mulyadi diancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. (*)