Juragan Pengemis Dituntut 15 Tahun

Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang Bandar Lampung, menggelar sidang perkara tindak pidana perdagangan orang, yang dengan meng-eksploitasi penderita cacat fisik sebagai pekerjanya, yang kali ini digelar dengan agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa.

M Sapon Riyadi, beserta dengan para terdakwa lainnya, dihadirkan bersama di ruang Harfina Tumpa, gedung Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang Bandar Lampung, dalam sidang dakwaan terkait perkara tindak pidana perdagangan orang yang mereka lakukan.

Pria yang sehar-hari bekerja sebagai pedagang pisang ini, didakwa telah melakukan perekrutan beberapa korban yang cacat secara fisik, untuk dieksploitasi olehnya, sebagai pekerja untuk menghasilkan uang bagi dirinya, sebagai pengemis yang ia letakkan di pasar-pasar dan lokasi ramai pengunjung.

Para korban sendiri ia rekrut di berbagai tempat di pulau jawa, dengan merayu dan menjanjikan pekerjaan dengan upah yang besar, dan tempat tinggal yang layak, sehingga para korban bersedia dibawa ke Lampung oleh terdakwa.

Lantaran perbuatannya tersebut, terdakwa M Sapon Riyadi diancam dengan pasal 2 ayat 2, undang – undang RI nomor 21 tahun 2007, yang mengatur tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara, dan denda paling banyak 600 juta rupiah. (*)