Jembatan Pelangi Pusat Festival Bogowonto

Jembatan Lama di antara lima desa dari dua kecamatan pada Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menjadi pusat penyelenggaraan Festival Bogowonto.

Jembatan yang terletak di jalur lintas antar provinsi ini menjadi simbol pemersatu wilayah yang terkenal dengan sebutan wetan kali dan kulon kali.
Ketua Panitia Festival Bogowonto Nicholaus Legowo berharap Jembatan Lama menjadi ikon baru bagi pelestarian budaya dan pariwisata di Purworejo.

Untuk itu, pihak penyelenggara mengajak warga untuk mencat ulang jembatan dengan beragam warna. Harapannya akan muncul pula sebutan baru yaitu Jembatan Pelangi.

Selain iti, festival juga diisi beragam kegiatan lain yang tak kalah menarik dan sakral. Yaitu, Sandyo Hangruwat Bogowonto, berupa prosesi mengambil air dari lima sumur di lima desa.

Dilanjutkan rangkaian kedua Gumregah Hanambut Karyo berupa kerjabakti partisipasi masyarakat berupa senam massal ibu-ibu, komunitas-komunitas seni berlatih, serta kerja bakti pembersihan lokasi event.

Pada puncak acara akan digelar Ruwatan Bogowonto, sebagai simbol wujud syukur warga yang terlibat dari proses awal rangkaian festival yang bertemakan Konservasi, Edukasi, dan Rekreasi.

Wujud syukur warga juga akan ditampilkan dengan kirab tumpeng dan prosesi ngguyang jaran kepang sebagai langkah awal untuk melestarikan kebudayaan yang ada karena di lima desa ini mempunyai kesenian itu.

Paska penyelenggaraan Festival Bogowonto ini, diharapkan masyarakat tergugah dan teredukasi dengan kegiatan-kegiatan yang telah digelar dalam festival.

Selanjutnya, mereka bisa melakukan konservasi secara sederhana dengan perubahan pola pikir, bagaimana mereka bisa memanfaatkan sungai tanpa merusaknya dan mereka juga merasa memiliki sungai itu.

Nantinya, warga bakal memiliki kegiatan rutin setiap minggu di jembatan itu. Di antaranya car free day dengan memfungsikan lagi cakruk-cakruk Bogowonto.

Salah seorang warga Ria Dewi mengapresiasi kegiatan ini dan berharap mampu meningkatkan tingkat perekononian masyarakat. (*)