Jaksa Dituding Pakai Unsur Dendam

Sidang perkara narkotika yang dikendalikan dari balik Lapas Kalianda, kembali digelar dengan menghadirkan terdakwa Muchlis Adjie, beragendakan pembacaan duplik yang menganggap segala tuntutan jaksa mengada-ada dan cenderung menyisipkan unsur dendam.

Muchlis Adjie, mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kalianda, dihadirkan dalam sidang perkara narkotika, di pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang, Selasa kemarin.

Pada sidang yang dipimpin Hakim Ketua Mansur ini, terdakwa hadir untuk membacakan dupliknya, atau tanggapan yang ia buat atas replik yang dibacakan oleh Jaksa pada sidang minggu lalu. Kali ini dikuasakan pembacaannya kepada kuasa hukumnya.

Dalam duplik yang ia buat, dikatakan olehnya bahwa tuntutan jaksa mengada – ada, dan hukuman yang diancamkan kepadanya terlalu tinggi, dengan pembelaannya yang menurutnya bukanlah tanggung jawabnya jika narkotika tersebut dapat masuk ke dalam Lapas. Sebab ia tidak sedang berada di lokasi, dan bukanlah saat jam kerja yang ia jalani, sehingga tuntutan Jaksa pun dianggap tuntutan balas dendam, dan Muchlis Adjie minta dibebaskan.

Diketahui pada sidang sebelumnya, jaksa telah mununtut terdakwa Muchlis Adji dengan pidana penjara selama 20 tahun lamanya, dengan pasal yang dikenakan ialah pasal 114 dan 132, yang dalam hal ini ia dianggap memenuhi unsur turut serta dalam permufakatan jahat melakukan tindak pidana narkotika.

Sementara sidang lanjutan akan digelar pada Minggu depan, Rabu 6 Februari 2019, dengan agenda persidangannya yaitu pembacaan tuntutan dari Majelis Hakim. (*)