Hakim Vonis Ringan Jaksa Dikambinghitamkan

KEJAKSAAN TINGGI LAMPUNG MENERIMA LAPORAN TERKAIT DUGAAN PELANGGARAN KODE ETIK / YANG DILAKUKAN SEORANG OKNUM JAKSA DALAM PENANGANAN PERKARA PENGANIAYAAN / LAPORAN TERSEBUT KINI TENGAH DITINDAK LANJUTI DENGAN TERLEBIH DAHULU AKAN MEMINTA KLARIFIKASI TERHADAP PELAPOR ///

MENANGGAPI PELAPORAN DARI A-S YANG DILAYANGKAN MELALUI KUASA HUKUMNYA PADA MINGGU LALU / ATAS DUGAAN PELANGGARAN KODE ETIK YANG DILAKUKAN OLEH SEORANG OKNUM JAKSA DALAM PENANGANAN PERKARA PENGANIAYAAN //

KEJAKSAAN TINGGI LAMPUNG SEGERA MERESPON DAN MENINDAK LANJUTI LAPORAN TERSEBUT / DENGAN TERLEBIH DAHULU AKAN MEMANGGIL PIHAK PELAPOR DALAM WAKTU DEKAT / UNTUK MEMINTA KLARIFIKASI ATAS LAPORANNYA TERSEBUT //

JIKA NANTINYA AKAN DITEMUKAN KESALAHAN SEPERTI YANG DILAPORKAN / MAKA AKAN DIAMBIL TINDAKAN PEMBERIAN SANKSI TERHADAP OKNUM JAKSA TERSEBUT / NAMUN SELURUHNYA DISERAHKAN KEMBALI KEPADA TIM PENGAWASAN / YANG MEMANG TELAH DIBERIKAN TANGGUNG JAWAB UNTUK MENANGANI PERMASALAHAN PELANGGARAN PARA JAKSA //

DIKETAHUI PELAPOR A-S MERUPAKAN SEORANG A-B-K YANG MENJADI KORBAN PENGANIAYAAN DARI TERPIDANA MOMON C-S / YANG PERKARANYA SENDIRI TELAH DIPUTUS OLEH PENGADILAN NEGERI TANJUNG KARANG / DENGAN HASIL VONIS HAKIM YANG MENYATAKAN MOMON C-S BERSALAH DENGAN MEMBERIKAN HUKUMAN PENJARA SELAMA LIMA BULAN UNTUK MOMON SANTOSO / NIKO SAPUTRA DAN AHMAD RIZANO //

SEDANGKAN TERHADAP LIMA ORANG LAINNYA YAITU ACHMAD SETIAWAN / JOKO SANTOSO / FERRI / YUDI SUTRISNO DAN TERDAKWA MAMAN / MAJELIS HAKIM MEMBERIKAN VONIS HUKUMAN PENJARA SELAMA ENAM BULAN / YANG SAMA – SAMA DIPUTUS PERKARANYA PADA 15 OKTOBER 2020 LALU //

ATAS VONIS YANG DIJATUHKAN TERSEBUT / KORBAN A-S MERASA KECEWA DAN MENGANGGAP BAHWA PUTUSAN RINGAN YANG DIBACAKAN OLEH HAKIM / MERUPAKAN BUNTUT DARI TUNTUTAN HUKUMAN YANG TERLALU RINGAN YANG DIMINTA OLEH JAKSA //

MAKA TERKAIT FAKTA – FAKTA YANG DIDUGA TELAH DIKABURKAN OLEH JAKSA DALAM TUNTUTANNYA / DIPERMASALAHKAN OLEH PIHAK KORBAN / HINGGA BER-UJUNG PADA PELAPORANNYA KE KEJAKSAAN TINGGI LAMPUNG / SERTA DILAYANGKAN KE KEJAKSAAN AGUNG REPUBLIK INDONESIA ///