Hakim Soroti Dokumen Kapal Pesiar Zainudin

Sidang lanjutan perkara tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh Zainudin Hasan kembali digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjung Karang, dengan agenda yang kali ini mendengarkan keterangan saksi, dengan menghadikan seorang Direktur PT Johnlin sebagai saksi.

Ken Laksono dihadirkan sebagai saksi, dalam sidang lanjutan TPPU atas nama terdakwa Zainudin Hasan, dengan fokus utama ialah terkait kepemilikan kapal speep boat yang saat ini telah berubah nama, dari bernama Prince Rihana, kini berubah nama menjadi Krakatau.

Dalam keterangannya, Direktur PT Johnlin ini bersikukuh bahwa Zainudin Hasan hanya menyewa kapal milik perusahaannya tersebut, dengan tarif sesuai perjanjian yakni sebesar 2 ratus 50 juta rupiah per tahun, dengan berpegang dengan surat perjanjian yang dianggap oleh hakim sebagai surat tak resmi.

Majelis Hakim pun mempertanyakan ke absahan kepemilikan kapal dan surat surat resmi miliknya tersebut. Namun Ken Laksono tak dapat menunjukannya, sehingga majelis hakim menilai bahwa kapal tersebut bodong.

Diketahui sebelumnya dalam dakwaan yang dibacakan oleh jaksa, tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh Zainudin Hasan tersebut, sebagian mengalir untuk biaya perawatan kapal speed boat yang dikatakan oleh saksi adalah milik perusahaannya. Namun harta bergerak tersebut kini telah disita oleh KPK karena diduga milik dari terdakwa Zainudin Hasan.

Sementara sidang lanjutan akan digelar pada pekan depan, Senin 18 maret 2019, dengan agenda sidang yaitu mendengarkan keterangan terdakwa. (*)