Hakim Anggap Keterangan Marzuli Kesaksian Palsu

BANDAR LAMPUNG – Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang kembali menggelar sidang untuk Muchlis Adjie, seorang mantan Kepala Lapas Kalianda yang telibat dalam kasus narkotika yang dikendalikan dari dalam Lapas. Sidang kali ini beragendakan mendengarkan keterangan saksi, dengan dihadirkan saksi Marzuli dan Rechal Oksa.

Hakim anggota Pastra Joseph mencecar saksi Marzuli sambil marah – marah, lantaran Marzuli berbelit – belit dalam menyampaikan kesaksiannya untuk Muchlis Adjie, hingga ia berulang – ulang kali diancam oleh hakim akan di perkarakan kembali jika memberikan kesaksian palsu.
Ia dianggap memasang badan dengan mencoba memberikan keterangan yang meringankan Muchlis Adjie, yang berbeda dengan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum.

Terdakwa Muchlis Adjie telah mempermudah Marzuli untuk mengendalikan bisnis narkobanya, dengan memberikan beberapa fasilitas untuk Marzuli termasuk mengizinkan Marzuli bebas menggunakan telephone genggam, hingga menghapus rekaman CCTV yang besangkutan dengan aktifitas Marzuli di dalam lapas, yang jelas menyalahi aturan yang ada.

Perlakuan special yang didapat oleh Marzuli ini, tidak terlepas dari timbal balik yang ia berikan kepada Muchlis Adjie, yang diakui oleh Marzuli telah menyerahkan uang sebanyak 3,5, dan 10 juta, serta turut membantu membangun sarana untuk para penghuni Lapas Kalianda.

Marzuli mengaku uang yang ia berikan tersebut merupakan uang iuran yang ia ambil dari setiap narapidana penghuni Lapas Kalianda yang ada di bloknya, dengan alasan sebagai iuran bulanan untuk air dan listrik yang mereka gunakan di dalam Lapas Kalianda.

Sementara terdakwa Muchlis Adjie membantah dan merasa tidak menerima uang yang dikatakan oleh Marzuli, ia mengatakan hanya menerima sebesar 5 juta rupiah secara transfer dari Marzuli, yang dikatakan bahwa uang tersebut adalah titipan dari seorang yang bernama Suci, yang menggunakan rekrning palsu milik Marzuli untuk mentransferkan uang tersebut kepada Muchlis Adjie.

Sidang lanjutan akan digelar minggu depan, dengan akan dihadirkan saksi dari lembaga pemasyarakatan kelas 2 Kalianda, narapidana penghuni blok yang ditinggali oleh Marzuli pada saat ia masih berada di lapas tersebut, untuk memastikan kebenaran dari kesaksian yang dikatakan ole Marzuli. (*)