Gadis Pencari Kerja Diperkosa Bujang Sungkai Utara

Warga Sungkai Utara disidangkan lantaran memperkosa gadis pencari kerja, serta melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap korbannya, dengan cara menyemprotkan cairan cabai ke matanya.

Murni Satria, pemuda berusia 23 tahun ini dihadirkan sebagai terdakwa dalam sidang putusan perkara tindak pidana pemerkosaan yang disertai dengan kekerasan, yang ia lakukan terhadap seorang gadis berusia 21 tahun.

Pemuda asal Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara ini, sebelumnya didakwa oleh jaksa Desy, telah melanggar pasal 285 dan 365 KUHP, yang berawal dari unggahan lowongan kerja di laman media sosial dengan akun palsu miliknya bernama Novita Sari princes.

Korban yang tertarik dengan unggahan lowongan tersebut, selanjutnya menghubungi akun palsu milik terdakwa, dan memberikan nomor yang disamarkan sebagai perwakilan dari Novita Sari untuk meng-interview, hingga terjadi pertemuan di Jalan Zainal Abidin Pagar alam, tepatnya di depan pasca sarjana UBL.

Setelah pertemuan dengan korban terlaksana, selanjutnya terdakwa mengajak korban menaiki mobil yang ia sewa, dengan alasan akan membawa korban ke lokasi interview. Namun setelah sampai di sekitaran Wilayah Insinyur Sutami, mobil dihentikan dan seketika itu korban disemprot dengan cairan cabai, lalu kedua lengannya diikat dengan tali sepatu.

Hingga sampai di sekitaran Daerah Panjang Bandar Lampung, akhirnya terdakwa melampiaskan nafsu bejatnya terhadap korban, sambil mengancam akan membunuhnya jika melawan, dan setelahnya dompet serta HP milik korban dirampas oleh terdakwa.

Akibat perbuatannya tersebut, majelis hakim memberikan vonis kepada Murni Satria dengan hukuman pidana penjara 10 tahun. Vonis hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa, yaitu penjara 11 tahun 6 bulan. (*)