Feri Yanto Dibui 17 Tahun

Seorang residivis perkara narkoba kembali disidangkan atas kepemilikan sabu 5 kilogram, kali ini majelis hakim menetapkan hukuman penjara 17 tahun.

Feri Yanto, harus kembali didudukkan sebagai terdakwa perkara narkotika, untuk mendengarkan pembacaan putusan dari majelis hakim yang diketuai oleh Hakim Ketua Siti Insirah, di ruang Harifin Tumpa Gedung Pengadilan Negeri Tanjung Karang.

Warga Teluk Betung ini hanya bisa terdiam saat majelis hakim memberikan vonis terhadapnya, yaitu hukuman kurungan penjara 17 tahun lamanya, dan diwajibkan membayar denda 1,5 milyar rupiah, subsidair penjara 6 bulan. Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yaitu 20 tahun.

Feri Yanto terbukti melanggar pasal 112 dan 114 undang – undang yang mengatur tentang narkotika, dengan unsur memiliki dan menguasai narkotika jenis sabu yang seberat 5 kilogram.

Barang haram tersebut ia pesan dari Aceh, melalui seorang bernama Yusak, yang saat itu berstatus warga binaan Lapas Cipinang Jakarta, dan kemudian sang napi tersebut meneruskan pesanannya ke seorang bandar besar di Aceh bernama Diky.

Perkara yang menjeratnya ini, bukannya yang pertama ia lakukan, ini adalah perkara yang ke 5, sehingga nota penyesalannya diabaikan majelis hakim. (*)