Di Pringsewu Begalnya Pakai Pisau

Anggota Reskrim Polsek Gading Rejo Pringsewu mengamankan WR (18 tahun). Pelajar kelas 2 SMA ini menjadi tersangka begal bersenjata pisau.

Selain mengamankan WR, Polsek Gading Rejo juga melakukan pengejaran terhadap LU (20 tahun), SU (25 tahun) dan FA (18 tahun), ketiganya merupakan warga Kecamatan Way Lima Pesawaran.

Saat beraksi para pelaku menghampiri korban mengajak mengobrol, setelahnya meminta korban untuk mengantarkannya mengambil sepeda motor.

Sampai di lokasi kejadian, pelaku menodong korban dengan menggunakan pisau kemudian membawa kabur motor korban.

Tersangka WR bersama 3 temannya terlibat dalam curas modus begal sesuai laporan korbannya Rizki Hariyansyah (17), pelajar smk warga Pekon Banjarmasin Kecamatan Bulok Kabupaten Tanggamus.

Ternyata tersangka juga melakukan dua kali curas di penggal jalan Pekon Gading Rejo Timur tersebut.
Tersangka mengaku melakukan tiga kali termasuk yang telah terungkap, yakni pada januari 2019, terhadap dua perkara itu masih dilakukan pengembangan.

Sementara tersangka WR mengaku 3 kali melakukan pembegalan namun dia tidak mengetahui saat ini keberadaan motor tersebut sebab telah dijual oleh pelaku lu dan atas penjualan mendapatkan bagain Rp500 ribu. Uangnya habis dipakai kebutuhan sehari-hari.

Kapolsek Gading Rejo AKP Sarwani, mengungkapkan tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan saat berada di Pekon Wates Timur Kecamatan Gading Rejo. Tersangka diamankan pada minggu sekitar pukul 00.30 WIB. Ketika itu bahkan telah berniat hendak melakukan perbuatan sama di Wates Timur, ungkap AKP Sarwani.

Pengungkapan tersebut berdasarkan hasil penyelidikan laporan korban tanggal 3 nopember 2018. Dimana tindak pidana tersebut dilakukan tersangka bersama tiga temannya ketika korban berada di Pekon Wates Timur Kecamatan Gading Kabupaten Pringsewu.

Barang bukti jaket yang digunakan saat beraksi serta surat keterangan motor dari leasing yang menujukan motor korban yang di bawa kabur.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya WR terancam pasal 365 kupidana ancaman maksimal 9 tahun penjara, dengan setenggah masa hukuman orang dewasa. (*)