Dewi Handajani Bertekad Wujudkan Tanggamus Sentra Ikan Nasional

Pencapaian program wajib konsumsi ikan di Tanggamus masih rendah. Pasalnya hanya 30 persen dari target nasional yakni 50 persen.

Kondisi ini membuat pemkab setempat menggagas terobosan baru dalam mensosialisasikannya berupa penjabaran beragam manfaat bila mengkomsumsinya.

Bunda Dewi mengatakan masyarakat harus mengetahui soal kandungan vitamin dan manfaat positif lainnya bagi tubuh.

Yaitu rendah kolesterol, tinggi protein dan zat besi. Jika sudah terbiasa makan ikan, tentu mendatangkan feedback yang bagus bagi para pelaku usaha pembudidaya ikan air tawar dan para nelayan.

Hal ini diungkapkannya saat panen raya ikan air tawar di Pekon Gunung Meraksa, Kecamatan Pulau Panggung, Tanggamus, Selasa kemarin.

Panganan berbahan ikan ini juga dapat disajikan dengan beragam variasi. Seperti abon, dendeng, kerupuk atau olahan makanan lainnya.

Bila hal tersebut sudah terwujud maka harapan Tanggamus menjadi sentral ikan air di level nasional bisa jadi kenyataan.

Kadis Kelautan Tanggamus Edi Narimo membenarkan rendahnya pengetahuan masyarakat akan manfaat mengkonsumsi ikan air tawar dan laut.

Untuk itu dia mendukung sepenuhnya gagasan sosialisasi melalui pendekatan soal manfaat ikan bagi tubuh dengan mengajak Dinas Kesehatan setempat. (*)