Calo Akmil Diseneni Hakim

Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang, kembali menggelar sidang perkara penipuan perekrutan siswa akademi militer. Agenda sidang kali ini, mendengarkan keterangan terdakwa, Dudung.

Di ruang R Subekti, Dudung, yang juga sopir travel dihadirkan untuk memberikan keterangannya. Dia terjerat perkara penipuan 250 juta rupiah, untuk meloloskan seseorang dalam test penerimaan angkatan militer oleh TNI AD beberapa waktu yang lalu.

Dalam sidang kali ini, Dudung beberapa kali dimarahi hakim, sebab keterangannya berbeda beda, dan tidak sesuai dengan BAP.

 

Pria 34 tahun ini sebelumnya mengatakan hanya menerima 10 juta rupiah, dari seorang yang bernama Andre. Andre berperan sebagai penjamin dan menerima setoran 250 juta tersebut.

Namun setelah didesak oleh majelis hakim dan jaksa, terdakwa Dudung pun akhirnya mengaku bahwa ia mendapat bagian 30 juta rupiah, dari uang yang ditransfer oleh orang tua korban, pertama 10 juta kemudian 20 juta.

Lelaki kelahiran Aceh ini mengatakan kepada majelis hakim, bahwa ia hanya bertugas untuk mencari orang yang ingin mengikuti tes Akmil tersebut, dan baru kali pertama ini ia melakukannya bersama seorang yang bernama Andre, yang diketahui belakangan bahwa ia adalah seorang pensiunan tentara.

Sementara sidang lanjutan akan digelar pada minggu depan, Rabu 9 januari 2019, dengan agenda pembacaan tuntutan dari jaksa. (*)