Caibucai PUPR Lamsel Terungkap

Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang Bandar Lampung, kembali menggelar sidang lanjutan perkara tindak pidana korupsi Lampung Selatan, dengan terdakwa Agus Bhakti Nugroho dan Anjar Asmara, beragendakan mendengar keterangan saksi.

Sebanyak 8 orang saksi dihadirkan dalam lanjutan sidang perkara tindak pidana korupsi di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan, dengan 2 orang terdakwanya Agus Bhakti Nugroho dan Anjar Asmara.

Kedelapan saksi tersebut diantaranya terdapat beberapa pejabat di Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan, yang juga sebagai penyalur uang dari rekanan proyek, kepada Anjar Asmara selaku Kepala Dinas PUPR Lamsel.

Dalam keterangannya, Yudi Siswanto selaku kepala bidang bina marga Dinas PUPR Lamsel, mengatakan bahwa ia pernah menerima 300 juta rupiah, dari 5 orang konsultan yang ditunjuk Anjar Asmara, pada tahun anggaran 2018.

Sementara sekrataris pokja pelaksanaan proyek, Basuki Purnomo, sempat menerima 125 juta rupiah dari Syahroni yang menjabat kepala bidang pengairan dinas PUPR Lampung Selatan. Uang ini tersebut dibagikan kepada 5 orang lainnya, masing -masing 25 juta.

Sedangkan Syahroni memberikan uang yang totalnya sebanyak 83 juta rupiah, dengan tahapan 1 pada tahun 2017 yang sebanyak 33 juta rupiah, dan sebanyak 35 dan 15 juta rupiah di tahun 2018, kepada Destrina, yang saat itu berperan sebagai ketua kelompok kerja.

Dan uang-uang komitmen fee tersebut, setelah di terima Anjara Asmara, kemudian setelahnya diserahkan kepada terdakwa Agus Bhakti Nugroho, kemudian sebagian diberikan kepada Zainudin Hasan, sisanya untuk membayar keperluan guna pembayaran beberapa pembelian aset mantan Bupati Kabupaten Lampung Selatan tersebut. (*)