BNN Miskinkan Bandar Narkoba

Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung merilis kasus tindak pidana pencucian uang sebesar 1,2 milyar rupiah.
Uang tunai dan sejumlah sertifikat rumah disita dari dua orang tersangka yakni Dodi Purnomo dan Sai Roni yang merupakan bandar narkoba warga Natar Lampung Selatan.

Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung menyita uang tunai senilai 1,2 milyar rupiah dari tersangka dodi Purnomo dan Sai Roni.

Keduanya terjerat pasal tindak pidana pencucian setelah BNNP menangkap keduanya di wilayah Natar, Lampung Selatan.

Selain uang tunai, BNNP juga menyita dua bidang tanah di desa pemanggilan Natar, dua unit mobil, satu unit motor, satu buku sertifikat tanah, dua buku akte jual beli tanah, dua buku rekening tabungan Mandiri dan BCA serta kartu ATM.

Jerih payah Dodi Purnomo dan Sai Roni selama dua tahun menjadi bandar sabu-sabu dan menghasilkan uang milyaran rupiah kini musnah, seluruh harta kekayaan keduanya kini diserahkan BNNP ke Kejaksaan Tinggi Lampung.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung, Brigjen Tagam Sinaga menjelaskan, ini adalah bukti kerja kami dengan menyita seluruh harta kekayaan para bandar narkoba agar memberikan efek jera.

Selain itu, tindakan ini merupakan pertanggung jawaban BNNP kepada negara dan masyarakat.
BNNP sendiri terus melakukan penyelidikan dan berjanji akan menguras habis kekayaan para bandar narkoba yang telah ditangkap. (*)