Berjarik itu Keren

SABTU sore kemarin, sepanjang Jalan Proklamasi di Area Alun-alun Purworejo dipenuhi oleh ratusan warga mengenakan jarik. Yaitu melilitkan kain batik dari panggul hingga kaki.

Image berjarik untuk era sekarang adalah milik orang-orang tua dan ada kesan kalau memakai jarik adalah kuno, jadul dan tidak kekinian.

Maka diharapkan dengan event Purworejo Bejarik ini akan merubah image bahwa yang mengenakannya tidak hanya orang tua akan tetapi generasi muda juga berhak memakainya bahkan fashionable atau keren.

Hal ini dilaksanakan dalam rangka melestarikan pemakaian jarik yang diketahui bahwa itu salah satu warisan leluhur.
Tidak hanya itu, tapi dalam kegiatan ini juga ada peluncuran lagu Kali Bogowonto oleh Esa Band.

Dalam acara ini juga mengenalkan produk batik Purworejo untuk ditampilkan, Diperkenalkan dan dipromosikan demi mendukung program pariwisata yaitu Romansa Purworejo dengan harapan kaum milenial tidak mengganggap kalau berjarik itu hanya untuk orang tua.

Acara ini mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata.
Walaupun masih dalam bentuk mobilisasi dengan melibatkan para pelajar dan mahasiswa Purworejo yang berjumlah kurang lebihnya 500 pelajar, paguyuban lintas seni, HARPI Melati, PKK dan para pendukung lainnya.

Lentera Art yang juga bekerjasama dengan Komunitas Diajeng Semarang atau KDS memiliki misi melestarikan pakaian nusantara yaitu Kebaya dan Jarik.

Diajemg Maya mengatakan bahwa, KDS adalah komunitas para perempuan pencinta dan pelestari busana nusantara yang mampunyai program mensosialisasikan pakaian nusantara ini ke sekolah- sekolah di Jawa Tengah. (*)