BEM Unila Gelar Ngobrol Bareng Caleg

Badan Eksekutif Mahasiswa Unila menggelar ngobrol bareng caleg terkait peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Gedung Fisip Unila.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 wib – 12.00 wib ini menghadirkan lima narasumber yang juga caleg DPR RI, diantaranya Erwin Eka Kurniawan, M.Kadafi, Edi Agus Yanto, Taufik Basari dan Detti Febriana.

Dalam kegaiatn itu, para caleg terlihat adu argumentasi saat memaparkan terkait terkait IPM. Dalam kegiatan itu, Erwin Eka Kurniawan mendapat kesempatan pertama untuk memaparkan tentang IPM dihadapan puluhan mahasiswa-mahasiswi.

Menurut caleg DPR RI Dapil Lampung I, Erwin Eka Kurniawan menjelaskan bahwa ketika berbicara tentang IPM, Lampung saat ini menduduki peringkat ke-24 dari Provinsi se-Indonesia.

Peringkat lima besar diduduki oleh DKI Jakarta, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Bali dan Riau. Oleh karena itu, literasi dapat dijadikan sebagai tolak ukur masyarakat, khususnya kaum millenial untuk memahami kelebihan dari daerah lain yang menduduki posisi lima besar tersebut.

IPM tidak terlepas dari pendapatan asli daerah. Provinsi dengan IPM tertinggi DKI Jakarta memiliki pendapatan pertahun mencapai Rp83 triliun, sementara Provinsi Lampung Rp7,5 triliun.

Artinya ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyartakat Lampung untuk bersama-sama meningkatkan pad dengan menarik investor untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Hal ini juga telah didukung dengan adanya pembangunan jalan tol trans sumatera, pembangunan dermaga di Tanggamus dan adanya ketersediaan pupuk.

Ketua PRSI DKI Jakarta ini meyakini adanya peningkatan IPM bagi bumi ruwa jurai. Jika sebelumnya Lampung menduduki peringkat ke 24, maka lima tahun kedepan Provinsi Lampung bisa berada di peringkat ke 20 atau 15 besar se-Indonesia.

Sementara itu, caleg DPR RI dari PKB M. Kadafi menjelaskan bahwa ipm tidak terlepas dari tiga faktor, pendidikan, kesehatan dan perekonomian.

Rektor malayahati ini menjelaskan bahwa sektor pendidikan sangat menentukan kualitas sumber daya manusia, sehingga harus ditopang oleh kesehatan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Oleh karena itu, sebagai generasi muda harus kreatif dengan melihat peluang-peluang baru.

Sebab, Lampung memiliki bonus demografi yang ditopang dengan adanya bandara dan jtts. sebagai ketua kadin lampung, ia mengaku selalu mendorong pertumbuhan perekonomian dan the young enterpreuner di Lampung.
Karena nasib Indonesia, khususnya Lampung ditentukan oleh generasi muda saat ini. (*)