Andi Corry Sarankan Dialog Interaktif

Kampanye Pemilu berupa Pilpres dan pemilihan legislatif sudah berjalan sejak 23 September dan akan berakhir pada 13 April 2019 mendatang.

Pemilih pemula dari kaum milenial banyak menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menyalurkan pendapat.
Media sosial tidak bisa dipungkiri menjadi sarana paling efektif bagi peserta Pemilu 2019 untuk menyosialisasikan visi dan misinya.

Kampanye dengan menggunakan media sosial jauh lebih efektif dan efisien menyasar kaum milenial bila dibandingkan dengan melakukan kampanye konvensional, seperti menggunakan atribut partai politik dan berorasi di ruangan terbuka.

Namun kampanye di media sosial juga sangat rentan akan kampanye negatif atau kampanye hitam serta tak jarang menjadi ladang hoaks atau berita palsu.

Dosen Komunikasi Kolitik Universitas Lampung Andi Corry mengimbau pemilih pemula untuk jeli melihat rekam jejak peserta pemilu.

Dia juga meminta para calon anggota legislatif dapat memberikan pendidikan politik yang mencerdaskan pemilih pemula.

Di samping kampanye media sosial, Andi Corry menyarankan peserta pemilu untuk menggelar dialog interaktif untuk memberikan pendidikan politik yang mencerdaskan pemilih pemula.

Dialog interaktif bagi pemilih pemula dapat dilakukan dengan menggelar pertunjukan musik atau kegiatan nonton bareng untuk menarik minat pemilih pemula. (*)