Alun-alun Purworejo Refleksikan Keselarasan Modernisasi & Budaya

Alun-alun Purworejo adalah saksi bagaimana kabupaten ini besar dan berkembang di jaman modern ini.
Bahkan masyarakat Purworejo sanggup membuktikan bahwa kemajuan teknologi mampu seiring sejalan dengan pelestarian adat, seni, dan budaya.

Demi menyambut Tahun baru 2019, Purworejo sudah mengalami banyak perubahan. Salah satunya terpatri pada alun-alun di kabupten ini.
Di tempat ini pula, jadi titik berkumpulnya warga pada perayaan malam pergantian tahun, Senin malam kemarin.

Sejak sore, ribuan masyarakat dari Purworejo maupun luar kota berkumpul di Alun-alun. Mereka adalah masyarakat yang ingin merayakan pergantian tahun baru dengan teman-teman maupun sanak saudara.

Pemerintah daerah melalaui Dinas Pariwisata Kabupaten Purworejo memberikan hiburan berupa panggung 4 sisi. Di antaranya adalah Panggung Seni Budaya Kuda Lumping, Panggung Hadroh, Panggung Musik Melayu, dan Panggung Musik Blues.

Terlihat ribuan masyarakat terhibur dengan adanya panggung-panggung seni tersebut. Didukung dengan pengamanan dan penjagaan dari Polres Purworejo menambah nyaman masyarakat yang ingin melihat pesta kembang api sebagai puncak acara pergantaian tahun.

Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan menyampaikan bahwa pengamanan tahun baru ini dimaksimalkan dengan berbagai pengkondisian jalan dan difokuskan di alun-alun Purworejo dan alun-alun Kutoarjo.

Disampaikan juga pada tahun 2018 tingkat gangguan keamanan dibandingkan dengan 2017 cukup menurun.
Sementara itu, Bupati Purworejo Agus Bastian menyempatkan berjalan-jalan melihat setiap sisi panggung seni yang di gelar. Dalam kunjunganya ke setiap panggung, dia didampingi oleh para pejabat upati pemkab setempat.

Sedangkan Mbah Jing dan Fahmi Aziz, musisi ternama di kabupaten ini, sangat mengapresiasi tergelarnya perayaan tersebut terlebih lagi dengan melibatkan anak-anak mudanya dalam berkarya.

Musisi Puworejo lainnya Fahmi Aziz berharap kabupaten asalnya ini semakin dikenal dan semakin mulyo dalam segala bidang dan aspek kehidupan masyarakat sehingga banyak dikunjungi wisatawan. (*)