Akhirnya Ari Berjumpa Keluarga

Bencana Alam Berupa Gelombang Tsunami di Selat Sunda, yang meluluhlantakkan wilayah Pesisir Kabupaten Lampung Selatan yang mengakibatkan ratusan korban jiwa meninggal dunia, menjadi peristiwa yang sangat memilukan.

Beginilah suasana haru bercampur bahagia di rumah keluarga korban atau saksi hidup yang selamat dari bencana gelombang tinggi tsunami yang terjadi pada 22 desember 2018 lalu.

Ari Agus Arman Harianto salah satu dari 16 nelayan yang selamat dari terjangan tsunami.
Kini Ari bersama isteri dan anaknya berada di rumah orang tuanya di Desa Mekar Sari, Kecamatan Palas, Lampung Selatan.

Rasa syukur, bercampur bahagia terlihat di wajah Ari Warga Dusun Kenali, Sukaraja, Rajabasa ini, ketika berkumpul dengan keluarga dan sanak saudaranya, usai lolos dari maut saat gelombang tinggi terjadi.

Ari pun harus berjuang untuk bertahan hidup selama 7 hari di Pulau Panjang, kawasan terdekat dengan anak gunung krakatau, dan memakan biji ketapang.

Sebelum akhirnya diselamatkan petugas Kri Rigel 933 yang merupakan kapal bantu hidro oseanografi (BHO) saat sedang berpatroli di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Saat bencana tsunami terjadi, Ari dan rekannya tengah memancing ikan, sebelumnya nelayan asal Dusun Kenali, Sukaraja, Rajabasa, Lampung Selatan, sempat dievakuasi di Merak Banten, sebelum akhirnya dievakuasi ke Lampung Selatan.

Dari 16 nelayan yang diterjang gelombang tsunami, 11 orang termasuk Ari selamat, sementara 5 orang lainnya, hingga kini belum tahu nasibnya. (*)