Agus BN & Anjar Cuma Diancam 4 Tahun Penjara

Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjung Karang, Kamis pagi tadi menggelar sidang lanjutan perkara suap fee proyek di lingkungan Dinas PUPR Lampung Selatan, atas terdakwa Agus Bhakti Nugroho dan Anjar Asmara, dengan agenda pembacaan tuntutan, dengan pidana penjara selama 4 tahun.

Sebelumnya mereka diizinkan menjadi justice collaborator. Hal inilah yang membuat mereka terhindar dari ancaman sanksi maksimal seumur hidup.

Sidang lanjutan perkara suap fee proyek Kabupaten Lampung Selatan, kembali digelar di Ruang Bagir Manan Pengadilan Negeri Tanjung Karang, dengan agenda pembacaan tuntutan jaksa, untuk terdakwa Agus Bhakti Nugroho dan Anjar Asmara, yang dibacakan secara bersama.

Dalam pembacaan tuntutannya, jaksa Subari Kurniawan menuntut keduanya dengan hukuman pidana penjara sama rata yaitu selama 4 tahun kurungan penjara, dan diwajibkan membayar denda 2 ratus 50 juta rupiah, subsidair 6 bulan penjara.

Tuntutan yang dibacakan kali ini, terendah dari ancama pasal yang dikenakan, dengan hal – hal meringankan yakni karena keduanya telah ditetapkan sebagai justice colabolator untuk membongkar seluruh perbuatan dari Zainudin Hasan, di dalam perkara suap fee proyek, gritifikasi, dan tindak pidana pencucian uang.

Sementara sidang lanjutan akan segera digelar pada Kamis pekan depan 21 maret 2019, dengan agenda sidang yakni pembacaan nota pembelaan dari terdakwa Agus Bhakti Nugroho dan Anjar Asmara. (*)