Affan Transaksi 6 Kg Sabu dari Lapas

Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang, kembali menggelar sidang perkara narkotika yang dikendalikan dari dalam lapas, kali ini seorang terpidana seumur hidup menjadi terdakwa dari perkara narkotika ini.

Ahmad Affan, seorang warga binaan Lapas Raja Basa Bandar Lampung, yang telah menerima hukuman penjara seumur hidup, kembali berulah dengan mengendalikan peredaran narkotika jenis sabu 6 kilogram.

Affan dalam fungsinya sebagai perantara antara penjual di Aceh yang bernama Raden, memberikan mandatnya kepada Munzier, untuk menjadi kurir barang haram tersebut, untuk diserahkan kepada Toni Suryadi, yang menerima paket tersebut di Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah.

Dalam pengantaran sabu tersebut, terdakwa Munzier mengajak serta temannya yang bernama Mainur Zainal, yang telah tewas saat penyergapan yang dilakukan oleh petugas BNNP Lampung, di lokasi pertukaran di sebuah bengkel di wilayah Lampung Tengah.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Joni dari Kejaksaan Tinggi Lampung, terdakwa Munzier menyelundupkan barang haram tersebut dari Aceh, dengan cara memasukkannya ke dalam ban serep mobil, dan dalam proses pertukarannya oleh terdakwa Toni dan Fajar Hidayat, di sebuah bengkel tambal ban dengan modus menukar ban berisi sabu dengan ban bekas yang Toni bawa.

Oleh karena perbuatannya, para terdakwa Affan di jerat dengan pasal 114 dan pasal 112 undang – undang narkotika, junto pasal 132 undang – undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup. (*)