Ada Perempuan Stres & Terasing di Sukau

https://youtu.be/lieuvkm7hy4

 

Di gubuk berukuran 2×1 meter, tepat di lereng sebuah tebing inilah, Sumiati (35) tinggal dan beraktivitas setiap harinya.

Sumi, egitu biasa disapa.

Sejak lulus Sekolah Dasar didiagnosa sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa ringan.

Menurut pengakuan kakak kandung nya, Mat Nur (41), sudah tiga tahun ini, Sumi mendiami bilik usang tersebut.

Mat Nur berujar, bahwa tak ada lahan datar tersisa dari sepetak tanah warisan orang tua mereka yang layak dinikmati adiknya itu.

Kemirisan tersebut, ditambah lagi dengan tidak adanya MCK dihunian Sumi. Sebab itulah, Mat Nur pun menggali “kubangan” seadanya, beberapa meter dibawah gubuknga untuk keperluan MCK.

Selain perekonomian yang buruk, Mat Nur, yang kesehariannya bergantung pada hasil buruh tani ini, mengaku bingung dan tak berdaya menanggung biaya pengobatan adiknya.

Warga Pemangku 15, Talang Delapan, Pekon Tanjung Raya, Kecamatan Sukau, Lampung Barat itu pun, saat ini menyandang status sebagai keluarga pra sejahtera yang kerap disantuni Pemerintah.

Keadaan Sumi, diperburuk dengan data administrasi kependudukannya. Meski dulunya sempat berumah tangga serta memiliki dua anak.

Namun, dia tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga.

Karena alasan itu juga lah, Sumi, selalu luput dari berbagai program bansos yang akhir-akhir ini gencar digulirkan Pemerintah di tengah Pandemi Covid-19.