5 Terdakwa Mutilasi Harimau Dituntut 3,6 Tahun Penjara

Pengadilan Negeri kelas 1a Tanjung karang, menggelar sidang perkara penjualan kulit harimau sumatera. Sebanyak 5 orang terdakwa dihadirkan untuk mendengarkan pembacaan tuntutan jaksa.

Di ruang Cakra, gedung pengadilan negeri kelas 1a Tanjung karang Bandar lampung, pada Rabu siang, kemarin, 10 oktober 2018. sebanyak 5 orang terdakwa dihadirkan sekaligus, untuk mendengar tuntutan dari jaksa.

Kelima terdakwa telah bekerjasama di dalam penjualan seekor harimau sumatera, yang telah mereka pisahkan bagian tubuhnya dari kulit, kuku, tulang, hingga taring, untuk dipasarkan secara terpisah.

Berawal dari jerat yang di pasang oleh Poniman, di kawasan rimba taman nasional bukit barisan selatan, yang berhasil menjerat seekor harimau sumatera dalam keadaan hidup, lalu ditembak hingga 5 kali.

Harimau yang telah mati tersebut dibawa ke rumah untung, di dusun Sinar Ogan, pekon Tampang muda, kecamatan Pematang Sawa, kabupaten Tanggamus, untuk dipisahkan bagian – bagian tubuhnya dan di jemur hingga kering selama 15 hari.

Terdakwa Saripudin yang berperan sebagai calo dari perdagangan hewan langka tersebut, kembali menyerahkan kepada terdakwa lainnya yang bernama Ahmad Irvan yang juga sebagai makelar tahap ke dua, yang menawar net harga dari harimau ini dengan harga 17 juta rupiah, untuk ia jual kembali dengan seorang pembeli yang berada di Medan Sumatera utara, dengan harga jual 25 juta rupiah.

Hingga berakhirnya kisah ini, saat Ahmad Irvan akhirnya tertangkap pada waktu bertransaksi di sebuah rumah makan yang ada di Lampung tengah, dengan seorang petugas yang menyamar sebagai pembeli, yang ingin membeli kulit macan kering yang dibawa oleh terdakwa.

Roosman Yusa, yang bertindak sebagai jaksa pada sidang kali ini, mengenakan pasal berlapis kepada para terdakwa, dengan tuntutan pidana yang sama rata, yaitu pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan kurungan, dan denda sebesar 50 juta rupiah, dengan subsider kurungan penjara selama 6 bulan. (*)