4 Sindikat Narkoba Dituntut 13 Tahun

Perkara narkotika yang peredarannya dikendalikan dari dalam Lapas, kembali digelar sidangnya di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang, dengan agenda pembacaan tuntutan dari jaksa, terhadap ke 4 terdakwa, yaitu 13 tahun penjara.

Sebanyak 4 orang terdakwa dihadirkan di ruang sidang, gedung Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjung Karang, untuk bersama – sama mendengarkan tuntutan yang dibacakan oleh jaksa, dalam sidang perkara narkotika .
Ke 4 terdakwa ini yaitu, Hatami, Supriyadi, Edwar, dan Sony Pebriansyah, secara estafet telah menjadi kurir dari narkotika jenis pil ekstasi 6 ribu butir, dan sabu 5 ratus gram lebih.

Atas perintah Okta Rizal melalui telephone dari dalam Lapas Raja Basa, yang bekerja sama dengan kimping yang kini menjadi DPO kepolisian.

Dalam dakwaan yang dibacakan pada sidang sebelumnya, perjalanan narkotika tersebut dimulai oleh Okta Rizal yang memerintahkan terdakwa Hatami, untuk menjemput ekstacy dari kimping, yang kemudian hatami memerintah anak buahnya yang bernama Supriyadi untuk mengambilnya dan diserahkan kepada Edward.

Lalu dari terdakwa Edwar kembali diserahkan kepada Sony Pebriansyah untuk disimpan di rumahnya, serta kembali menunggu perintah untuk mengirimnya kembali kepada pembeli.

Narkoba tersebut telah laku sebanyak 3 ribu 5 ratus pil ekstacy, yang diserahkan kepada pembeli lewat transaksi di jalan sukarno-hatta bandar lampung.

namun, saat akan bertransaksi kembali di daerah gunungterang, terdakwa sony pebriansyah pun tertangkap. dan setelah dilakukan pengembangan pihak kepolisian, akhirnya terdakwa yang lain pun ikut dicokok.

Lantaran ulah mereka ini, jaksa akhirnya menuntut ke 4 nya, dengan 13 tahun kurungan penjara, dan diwajibkan untuk membayar denda sebesar 1 milyar rupiah.

Dalam sidang kali ini, ke 4 terdakwa langsung membacakan pledoinya secara lisan setelah pembacaan tuntutan, sehingga kemudian sidang lanjutan akan digelar pada minggu depan, dengan agenda sidang yang langsung mendengarkan putusan dari majelis hakim. (*)