3 Kartu Sakti Diyakini Bikin Jokowi Menang

Tiga kartu sakti dipercaya tarik minat masyarakat untuk memilih pasangan Jokowi-Amin. Untuk menarik simpati masyarakat agar memilih capres nomor urut 1 Jokowi-Amin, tim pemenangan mengkampanyekan berbagai keberhasilan Jokowi dalam memimpin Indonesia.

Mulai dari peningkatan kesejahteraan, proyek jalan tol, kucuran dana desa, PKH hingga program memberikan tiga kartu sakti yang digadang-gadang sangat membantu ekonomi masyarakat, khususnya kaum ibu dan generasi muda.
Ketua tim pemenangan Jokowi-Amin wilayah Lampung Dedi Afrizal mengingatkan agar seluruh kader partai, simpatisan maupun tim pemenangan untuk menyampaikan pada masyarakat tentang apa yang sudah dan akan dilakukan oleh pasangan ini jika kembali memimpin.

Sehingga masyarakat semakin faham dan mengerti kriteria seperti Jokowi itulah pemimpin yang diinginkan oleh masyarakat karena dekat dengan rakyat. Apalagi nantinya saat kembali menjabat sebagai Prediden Jokowi akan bagikan tiga kartu sakti. Yakni kartu Indonesia Pintar adalah bantuan biaya pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Kemudian kartu sembako murah untuk kaum ibu-ibu.

Dan kartu pra kerja khusus diberikan kepada generasi-generasi millenial yang belum mendapatkan pekerjaan untuk training dan pelatihan. Sementara Ketua DPC PDIP Tulangbawang Winarti menyatakan jika pada saat kampanye akbar tersebut dirinya sedang dalam cuti sebagai Bupati.

Hal itu dilalukannya untuk memghindari berbagai persoalan berkaitan dengan politik dan hukum.
Terkait ribuan masyarakat hadir dalam kampanye tersebut Winarti mengaku puas dan mengapresiasi antusiasme mereka dalam mendukung pasangan Jokowi-Amin.

Untuk itu dirinya mengajak seluruh kaum ibu, generasi millenial, simpatisan, bersatu perjuangkan pasangan Jokowi-Amin agar bisa meraih kemenangan dalam pilpres 2019 ini.

Sebab kepemimpinan Jokowi sangat berpihak kepada rakyat, khusunya masyarakat se-Tulangbawang sedikit banyak telah merasakan program nyata Jokowi. Seperti listrik masuk desa, pembagian sertifikat gratis dan pemerataan pembangunan diseluruh pelosok kampung dengan dikucurkan dana desa. (*)