100 Warga Adat Labrak DPRD Seram Bagian Barat

100 Warga Adat Labrak DPRD Seram Bagian Barat

Setidaknya 100-an warga Bumisaka Mesenusa melabrak DPRD seram bagian barat, provinsi Maluku, demi mendesak dewan untuk mempercepat pengesahan 3 peraturan daerah soal adat.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat bumi Saka Mese Nusa yang terdiri dari himpunan mahasiswa adat Saka Mese Nusa dan himpunan masyarakat adat Saka Mese Nusa pada rabu 12 september kemarin, dalam rangka mempercepat pengesahan 3 perda adat. Yaitu soal penetapan negeri adat, saniri, dan hak adat, oleh DPRD kabupaten Seram bagian barat provinsi Maluku.

Aksi demo yang berlangsung di depan kantor DPRD tersebut dihadiri kurang lebih 100 orang di bawah koordinator lapangan yanto lemosol dan Kristian Sea.

Mereka menilai pentingnya pengesahan perda tersebut dengan segera karena bila tidak akan berdampak negatif pada penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa.

Mengingat selama ini sejumlah ormas maupun parpol kerap melakukan intervensi terhadap pelaksanaan berbagai program pembangunan.

Akhirnya massa pendemo dierima oleh ketua dprd julianus Maurit Rutasouw didampingi sejumlah anggota badan legislatif untuk beraudiensi di aula ruang komisi A DPRD SBB.

Menurut Julianus apa yang dituntut oleh masyarakat adat tadi, sudah berjalan dan kini telah mencapai tahap akhir untuk segera diparipurnakan. (*)